JAKARTA: BUMN logistik, PT Bhanda Ghara Reksa (Persero) atau BGR Logistics telah bertransformasi dan mengimplementasikan sistem logistik terpadu. Hampir di seluruh proses bisnis maupun jasa sudah diimplementasikan sistem pendukung berbasis IT (Informasi dan Teknonologi). Tahapan transformasi dengan mengimplementasikan IT tersebut dimulai dari level pergudangan, distribusi, dan layanan jasa lainnya. Aksi transformasi ini bertujuan untuk memberikan suatu solusi jasa logistik berbasis IT yang efisien untuk para pelanggan BGR Logistics.

Pada awal Juni 2021, BGR Logistics meneken nota kesepahaman (MoU) dengan PT Prima Indonesia Logistik di Medan, Sumatera Utara. Kerja sama ini dilakukan untuk memenuhi permintaan bisnis. Direktur Utama BGR Logistics, M. Kuncoro Wibowo, mengatakan kerja sama ini dilakukan karena kebutuhan pelaku bisnis terhadap jasa logistik sangat tinggi. Sayangnya tidak semua bisa dikerjakan sendiri. “Maka sangat dibutuhkan sinergi dengan penyedia jasa logistik lainnya di kota Medan agar semua demand bisa terpenuhi,” katanya di Jakarta, Senin (7/6/2021), dikutip dari situs www.detik.com.

Melalui kerja sama tersebut di atas, ujar Kuncoro, diharapkan Indonesia memiliki perusahaan penyedia jasa logistik digital yang mampu menekan biaya logistik, agar mampu bersaing dengan negara lain. Karena biaya logistik dinilai masih tinggi. Direktur Utama PT Prima Indonesia Logistik, Ichwal Fauzi Harahap, menyatakan BGR Logistics sudah menjadi acuan bagi PT Prima Indonesia Logistik. “Sebab, sebagai perusahaan logistik, BGR Logistics sudah berbasis teknologi. Ini yang akan kami contoh dalam menyediakan layanan jasa logistik yang efisien. Saya berharap niat baik yang sudah kita rencanakan bersama dapat selalu diberi kelancaran,” kata Ichwal Fauzi Harahap.

Sementara itu, CEO sekaligus pendiri PowerCommerce.Asia, Hadi Kuncoro, menyatakan pertumbuhan perusahaan logistik di pandemi Covid-19 ditopang oleh perubahan perilaku belanja  konsumen dari konvesional ke toko online. “Saat ini, industri logistik berbasis digital dan ke depannya akan tetap digital. Stigma industri logistik akan berubah dari awalnya hanya tukang jaga barang dan gudang, ke depannya logistician atau praktisi di industri logistik akan menjadi kunci kemenangan dalam persaingan bisnis karena mindset-nya akan bergeser ke teknologi,” tutur Hadi mengenai peran industri logistik di dunia bisnis, pada bincang virtual Business Leader Talk bertajuk Potret Terkini Bisnis Logistik & Strategi Para Pemain Memitigasi Dampak-Covid-19 di Jakarta, akhir tahun 2020 lalu. Proyeksi Hadi ini cukup beralasan lantaran ekosistem digital di Indonesia akan kian atraktif. Apabila merujuk riset bertajuk e-Conomy SEA 2019 yang dilansir Google, Temasek dan Brain & Company,  nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diestimasikan mencapai US$ 133 miliar.

Sebagai pimpinan PowerCommerce Asia, Hadi melaporkan, perusahaan ini sudah membukukan pertumbuhan omset hingga 10 kali lipat. Perusahaan omnichannel-tech enable sales and supply chain management sekaligus agregator usaha kecil menengah (UKM) di Asia ini memproyeksikan ekosistem dan model bisnis logistik akan ditopang ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) di masa mendatang.

PT Sumber Urip Cargo (SUC) merupakan perusahaan ekspedisi nasional dan memiliki sejumlah armada truk dan kendaraan barang yang beroperasi di Pulau Jawa, Pulau Bali dan Pulau NTB. SUC juga sudah memanfaatkan teknologi media dan media sosial dalam upaya menyampaikan informasi, edukasi, maupun promosi kepada para pelanggan tercintanya. SUC selalu update layanan secara digital sehingga mudah diakses di smartphone para pelanggan.

Hubungi Kami:

PT. Sumber Urip Cargo

JL Pangeran Jayakarta, No. 16/6-7, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10730

Telpon: +62 (21) 6260966

Fax: +62 (21) 6286056

No WA: +62 813 12345380

Email: [email protected]  

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *