Close

March 30, 2021

Mengenal Teknologi 5G di Indonesia (Seri 5/Terakhir)

JAKARTA: Dalam dua tahun terakhir, dunia, khususnya Pemerintah AS dan negara di Eropa, ramai bahas internet seluler “generasi kelima (fifth generation/5G)”. Pasalnya, teknologi 5G menuai kontroversi karena dikembangkan oleh perusahaan China, Huawei Technologies. Negara-negara maju tersebut curiga teknologi 5G ‘buatan’ Huawei Technologies bisa dijadikan alat pemerintah China memata-matai negara lain. Berikut informasi 5G dari berbagai sumber referensi. Kami kupas berseri. Berikut Seri 5/terakhir (dari 5).

Manfaat 5G bagi Perkembangan Teknologi

Jaringan 5G juga dibutuhkan untuk kendaraan otonom untuk berkomunikasi satu sama lain dan membaca peta langsung dan data lalu lintas. Selain itu, bagi pengguna seluler nantinya mampu menonton video tanpa jeda dan bermain game dengan lebih lancar. Teknologi 5G juga bisa mempermudah gelaran esport untuk game-game berat yang membutuhkan koneksi tinggi. 5G mengemas teknologi radio baru. Pengguna mungkin tidak memperhatikan kecepatan yang jauh lebih tinggi pada awalnya karena 5G kemungkinan akan digunakan oleh operator jaringan sebagai cara untuk meningkatkan kapasitas pada jaringan inti 4G yang ada.

Mengapa 5G dibutuhkan?

Dunia terus berubah dan umat manusia mengonsumsi lebih banyak data setiap tahun, terutama seiring meningkatnya popularitas streaming video dan musik. Pita spektrum yang ada semakin padat, yang menyebabkan kerusakan dalam layanan, terutama ketika banyak orang di daerah yang sama mencoba mengakses layanan seluler online pada saat yang sama. 5G jauh lebih baik dalam menangani ribuan perangkat secara bersamaan, dari ponsel hingga sensor peralatan, kamera video hingga lampu jalan pintar.

Saat ini, jaringan 5G menggunakan 4G untuk membangun koneksi awal. Namun, beberapa negara telah menguji coba jaringan mandiri untuk 5G. Seperti jaringan seluler lainnya, jaringan 5G menggunakan sistem situs seluler yang membagi wilayah mereka menjadi beberapa sektor dan mengirim data yang dikodekan melalui gelombang radio. Setiap situs seluler harus terhubung ke backbone jaringan, baik melalui koneksi backhaul berkabel atau nirkabel.

Jaringan 5G menggunakan jenis pengkodean yang disebut OFDM, yang mirip dengan pengkodean yang digunakan 4G LTE. Dengan gelombang udara yang sama dengan 4G, sistem radio 5G bisa mendapatkan kecepatan sekitar 30 persen lebih baik berkat pengkodean yang lebih efisien. Kecepatan gigabit yang fantastis adalah karena 5G dirancang untuk menggunakan saluran yang jauh lebih besar daripada 4G

PT Sumber Urip Cargo (SUC) menyadari pentingnya transformasi teknologi digital di era Revolusi Industri 4.0. SUC merupakan perusahaan ekspedisi berusia 50 tahun yang sudah memanfaatkan media sosial dalam upaya menyampaikan informasi, edukasi, maupun promosi kepada para pelanggan tercintanya. SUC selalu update layanan secara digital sehingga mudah diakses di smartphone para pelanggan.

Hubungi Kami :

PT. Sumber Urip Cargo

JL Pangeran Jayakarta, No. 16/6-7, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10730

Telpon: +62 (21) 6260966.

Fax: +62 (21) 6286056

No WA: +62 813 12345380

Email: [email protected]

Social sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Chat Support

Silahkan klik pada Icon dibawah ini untuk menghubungi tim support kami, atau anda juga dapat mengirimkan email ke  [email protected]

× Butuh bantuan ?