Close

December 24, 2020

Pemerintah Bangun Pelabuhan di Nusa Penida dan Sanur Bali

JAKARTA — Warga Bali dan sekitarnya layak bergembira. Mereka segera memiliki dua pelabuhan baru, yakni Pelabuhan Sanur, Kota Denpasar dan Pelabuhan Bias Munjul, Kabupaten Klungkung, Bali. Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) untuk pembangunan kedua pelabuhan tersebut.

“Kami berharap dengan nantinya di bangun pelabuhan tersebut akan dapat memajukan pembangunan di Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Termasuk juga memperlancar transportasi laut antara Bali daratan dengan kepulauan Nusa Penida,” ujar Budi, dikutip dari Antara, Sabtu (12/12/2020). Pembangunan kedua pelabuhan memakan anggaran Rp560 miliar dan sepenuhnya dibiayai dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Anggaran itu mencakup pembangunan tiga pelabuhan, yakni dua pelabuhan di Kecamatan Nusa Penida dan satu pelabuhan di Sanur, Kota Denpasar. Dana digunakan untuk dua tahun anggaran, 2021 dan 2022.

Budi berharap dengan pembangunan pelabuhan tersebut masyarakat yang akan bepergian tidak lagi turun ke pantai. Saat ini, warga harus turun ke pantai dan menerobos gelombang untuk menuju kapal cepat (speed-boat) turun ke pantai dan menerobos gelombang. Padahal, Nusa Penida adalah salah satu objek wisata yang terkenal di Bali. “Pembangunan pelabuhan di tiga lokasi ini akan memberi kenyamanan kepada masyarakat maupun wisatawan yang akan berkunjung ke Nusa Penida,” jelasnya. Sebab kawasan pelabuhan ini didesain atau rancang bangun sesuai dengan kondisi pelabuhan yang mengacu pada budaya setempat.

Sementara, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan pelabuhan ini sangat penting bagi kemajuan di Nusa Penida dan Bali pada umumnya. “Jika ombak gede, naik speed-boat harus digendong. Saya lihat ibu-ibu yang membawa sesaji akan sembahyang di Pura Ratu Gede Dalem Peed. Kondisi ini menjadi pemandangan sejak dahulu,” kata Koster.

Menurut Koster, setidaknya ada tiga alasan pembangunan pelabuhan ini. Pertama, pelabuhan merupakan penyeberangan yang diperlukan untuk upacara adat di Pura Dalem Peed. Kedua, pelabuhan menjadi pusat lalu lintas warga Denpasar dan Bali pada umumnya dan warga Nusa Penida yang sering bolak-balik. Ketiga, kunjungan wisatawan makin tinggi ke Nusa Penida. “Kalau yang lewat tempat ini (Sanur) lima ribu sampai enam ribu orang lebih dalam sehari. Bayangkan kalau semua harus menaikkan celana atau buka sepatu,” tutur Koster.

Adapun total anggaran untuk pembangunan Pelabuhan Sanur yakni Rp380 miliar, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sebesar Rp82 miliar dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan sekitar Rp97 miliar lebih. “Nusa Penida dan Nusa Ceningan selesai akhir 2021, sedangkan Sanur selesai tahun 2022. Karena lebih luas, dan desain khusus,” ujarnya.

Nah, keberadaan pelabuhan tersebut akan meningkatkan menguntungkan industri pariwisata, ekspedisi maupun logistik. Sebab, sektor pariwisata pasti meningkat. Bisnis ekspedisi juga makin luas mengirim paket barang yang dipesan warga di Kecamatan Nusa Penida dan Sanur. Salah satu perusahaan ekspedisi terkemuka di Indonesia yang punya kantor cabang di Bali adalah PT Sumber Urip Cargo (SUC). SUC mampu menangani setiap pengiriman Anda dengan baik dan bertanggung jawab. Karena didukung tenaga profesional yang berpengalaman dibidangnya serta penerapan sistem komputerisasi di setiap tahapan proses untuk memastikan setiap pengiriman berjalan sampai di tempat tujuan dengan aman.

Mau kirim Paket ke Pulau Jawa, Bali dan Lombok? Hubungi info ini:

PT. Sumber Urip Cargo

JL Pangeran Jayakarta, No. 16/6-7, Kecamatan Sawah Besar, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10730

Telpon: +62 (21) 6260966.

Fax: +62 (21) 6286056

No WA: +62 813 12345380

Email: info@sumberuripcargo.com

Social sharing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

×

Chat Support

Silahkan klik pada Icon dibawah ini untuk menghubungi tim support kami, atau anda juga dapat mengirimkan email ke  info@sumberuripcargo.com

× Butuh bantuan ?